Oleh: Ridwan
Ali Mumin
MEDIA SOSIAL
(Social Media) adalah saluran atau sarana pergaulan sosial secara online di
dunia maya (internet). Para pengguna (user) media sosial berkomunikasi,
berinteraksi, saling kirim pesan, dan saling berbagi (sharing), dan membangun
jaringan (networking).
Jika kita
mencari definisi media sosial di mesin pencari Google, dengan mengetikkan kata
kunci "social media meaning", maka Google menampilkan pengertian
media sosial sebagai "websites and applications used for social
networking" --website dan aplikasi yang digunakan untuk jejaring sosial.
Menurut
Wikipedia, media sosial adalah sebuah media online, dengan para penggunanya
(users) bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi meliputi
blog, jejaring sosial, wiki, forum, dan dunia virtual.
Blog,
jejaring sosial dan wiki merupakan bentuk media sosial yang paling umum
digunakan oleh masyarakat di seluruh dunia.
Andreas
Kaplan dan Michael Haenlein mendefinisikan media sosial sebagai "sebuah
kelompok aplikasi berbasis internet yang membangun di atas dasar ideologi dan
teknologi Web 2.0 , dan yang memungkinkan penciptaan dan pertukaran
user-generated content" (Kaplan, Andreas M.; Michael Haenlein [2010]
"Users of the world, unite! The challenges and opportunities of Social
Media". Business Horizons 53(1): 59–68).
Karakteristik
Media Sosial
- Gamble,
Teri, dan Michael dalam Communication Works sebagaimana dikutip Wikipedia menyebutkan, media sosial mempunyai ciri -
ciri sebagai berikut :
- Pesan yang
di sampaikan tidak hanya untuk satu orang saja namun bisa keberbagai banyak - orang
contohnya pesan melalui SMS ataupun internet
- Pesan yang
di sampaikan bebas, tanpa harus melalui suatu Gatekeeper
- Pesan yang
di sampaikan cenderung lebih cepat di banding media lainnya
- Penerima
pesan yang menentukan waktu interaksi
Perkembangan
teknologi komunikasi kini sudah semakin pesat, dan kemajuan teknologi secara
sadar ataupun tidak sadar telah banyak mengubah pola kehidupan masyarakat.
sesuai dengan asumsi dasar dari teori technology deternimism bahwa pola
kehidupan masyarakat manusia khususnya aspek interaksi sosial diantara mereka
ditentukan oleh perkembangan dan jenis teknologi yang dikuasai masyarakat yang
bersangkutan.
Seperti yang
telah diramalkan McLuhan juga pada saat awal masuknya dunia pertelevisian di
Amerika, yaitu McLuhan menyatakan bahwa nantinya dunia akan menjadi satu
“kampung global”, dimana produk budaya akan sama dimana saja. Kini hal yang
pernah diramalkan McLuhan tersebut menjadi kenyataan. Kampung global yang
dimaksud McLuhan diatas adalah adanya penyamaan budaya melalui media massa.
Seperti kita ketahui dengan adanya TV kabel ataupun TV streaming melalui
internet yang bisa diakses oleh semua orang diseleruh dunia ini dapat
mempermudah orang dibelahan manapun untuk mengetahui apa yang sedang menjadi
topik pembicaraan utama dibelahan dunia yang lain. Dari situ juga tidak menutup
kemungkinan akan adanya imitasi kebudayaan oleh seeorang saat menonton acara tv
yang bukan disiarkan dari budayanya. Salah satu contohnya dengan adanya
tayangan K-pop, dari mulai drama ataupun group musiknya yang kini sedang naik
daun seperti boyband dan girlband ini membuat masyarakat yang menonton acara
tersebut meskipun bukan orang Korea tapi akhirnya mereka mulai mengikuti gaya
atau style ala-ala Korea atau yang kini sering disebut sebagai fenomena Korean
wave dan hal itupun terjadi di Indonesia. Bisa kita lihat sekarang dengan
menjamurnya jumlah boyband dan girlband yang ada di Indonesia yang mengadopsi
style ala Korea.
Dari contoh
ini kita bisa melihat meski berbeda tempat tetapi dengan adanya media massa
membuat ada beberapa penyamaan budaya. Tiga dekade setelah McLuhan menyatakan
ramalannya, Manuel Castells memberikan pendapat yang berbeda, menurutnya:
“bukan satu kampung global yang seragam, melainkan masyarakat dalam jaringan
global yang saling terhubung, the network society”.Teknologi jaringan (network
technology) makin berkembang di penghujung dekade 1990-an dengan perangkat
lunak yang memungkinkan komunikasi antara komputer dengan telepon genggam.
Lagi-lagi
perubahan teknologi ini juga mempengaruhi pola hidup atau cara hidup manusia
sesuai dengan yang dijelaskan teori technologi determinism sebelumnya.
Saat ini
semua informasi yang ada dari belahan dunia manapun dapat dengan mudah tersebar
ke seluruh penjuru dunia dengan adanya network technology. Era digital yang
menghubungkan manusia dengan sistem internet ini membuat dunia sempit, karena
dengan mudah dan cepatnya suatu informasi tersebar melalui internet. Contohnya
media sosial twitter dan facebook yang selalu meng-update segala informasi
dalam hitungan menit ini membuat masyarakat akhirnya mulai ketergantungan untuk
selalu mengecek account twitter dan facebooknya agar tetap up to date dalam
mendapatkan informasi.
Tidak dapat
kita pungkiri perubahan teknologi komunikasi ini memiliki beberapa dampak
terhadap kehidupan masyarakat. Dilihat dari sudut pandang Budaya, perubahan ini
memiliki beberapa dampak positif dan juga negatif. Dampak positif dari
perkembangan teknologi ini adalah dengan mudahnya penyebaran informasi dari
sini kita bisa belajar hal-hal positif dari budaya lain misalnya saja kebiasaan
jam karet yang sering dilakukan orang Indonesia, dengan perkembangan teknologi
komunikasi yang begitu pesat ini kita dapat belajar dari negara-negara maju
tentang bagaimana mereka menerapkan etos kerja yang tinggi dan displin yang
nantinya dapat perdampak memajukan bangsa kita sendiri.
Selain
dampak positif, perkembangan teknologi komunikasi juga memiliki dampak negatif
dari sudut pandang budaya. Dampak negatif itu adalah adanya penurunan rasa
cinta terhadap budaya sendiri, misalnya saja banyak masyarakat Indonesia
sekarang yang lebih bangga berbicara menggunakan bahasa asing ketimbang
menggunakan bahasa Indonesia yang sebenarnya adalah salah satu identitas
bangsa. Tak sedikit juga kalangan remaja yang lebih senang belajar budaya asing
seperti tarian-tarian break dance, suffle dance, dan jenis tarian asing lainnya
dari pada tarian tradisional seperti jaipong dan lain - lain.
Tidak hanya itu
saja, dengan adanya perkembangan teknologi komunikasi ini apabila digunakan
dengan tidak bijak juga akan mengakibatkan penurunan moral, karena seperti kita
ketahui budaya timur sangat mengedepankan sopan santun dan tata krama, tetapi
tidak seperti bangsa barat yang lebih mengutamakan kebebasan, hal itu membuat
meningkatnya angka kehamilan yang dilakukan diluar pernikahan dan juga dengan
gaya berpakaian yang kebarat-baratan dan terkesan kurang sopan untuk bangsa
timur. Pengaruh perubahan itu juga berdampak pada kehidupan sosial masyarakat.
Dampak
postif dari perkembangan teknologi komunikasi ini adalah kemudahan kita dalam
berkomunikasi dengan kerabat yang jaraknya sangat jauh sekalipun.
Dengan adanya
network technology membuat kita dapat mengakrabkan diri kembali dengan
teman-teman lama, dan juga sanak saudara lainnya. Yang biasa dikenal dengan
istilah mendekatkan yang jauh, menjauhkan yang dekat. Dengan adanya kemudahan
ini tak perlu menunggu waktu yang lama untuk mengetahui kabar atau kejadian apa
saja yang sedang dialami oleh saudara atau teman kita yang jauh seperti dahulu,
karena harus menggunakan surat yang memerlukan waktu yang lama dalam proses
pengirimannya.
Tapi kini dengan menggunakan aplikasi chat,
email, telephone, dan media sosial kita dapat saling bertukar informasi dalam
hitungan detik. Selain itu dampak positif lainnya adalah masyarakat akan lebih
mudah untuk menyebarkan kebaikan antar umat manusia, misalnya saja ada sebuah
organisasi atau orang tertentu yang mengadakan penggalangan dana untuk biaya
operasi seseorang yang kurang mampu melalui internet, melalui media ini
seseorang atau organisasi tersebut akan dengan mudah menyebarkan informasinya
yang nantinya juga akan mempermudah untuk melakukan pengumpulan donasi kepada
orang yang membutuhkan tersebut.
Seperti kita
ketahui sekarang jaringan internet sudah begitu luas bahkan tidak hanya di
daerah perkotaan saja tetapi juga di pedesaan. Meskipun perubahan teknologi
komunikasi ini membawa dampak positif kepada masyarakat dalam hal kehidupan
sosial, hal ini juga menimbulkan dampak negatif. Dampak negatif dengan adanya
perkembangan teknologi dan informasi ini adalah semakin menurunnya kepekaan
masyarakat terhadap orang-orang yang ada disekitarnya. Tak jarang kita temui
sekumpulan orang yang ada di sebuah restaurant berada di meja yang sama tetapi
tidak saling berbincang, mereka malah sibuk dengan smartphonenya masing-masing
untuk bercengkrama dengan seseorang yang jaraknya lebih jauh dibanding teman
atau keluarganya yang sedang berada di dekatnya istilah dari fenomena ini
biasanya disebut dengan mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat.
Bisa
dibilang generasi muda saat ini adalah generasi menunduk, seperti salah satu
ungkapan yang ada di film Republik Twitter, karena setiap orang lebih asik
berautis ria dengan smartphonenya dan sibuk mengurusi orang-orang yang maya
dibandingkan dengan orang-orang yang benar-benar sedang berada di sekitar
mereka. Hal ini selain menimbulkan dampak buruk dalam berinteraksi
interpersonal secara langsung juga merusak psikologis seseorang tersebut, lama
kelamaan seseorang akan sulit menjalin komunikasi dan membangun relasi dengan
orang-orang disekitarnya. Bila hal tersebut tidak segera ditanggulangi akan
menumbulkan dampak yang sangat buruk, yang dimana manusia lama kelamaan akan
sangat individualis dan tidak akan ada lagi interaksi ataupun sosialisasi yang
dilakukan di dunia nyata.
Oleh karena itu kita harus bijak dalam memanfaatkan
perkembangan teknologi komunikasi yang
ada saat ini. Tidak perlu terlalu takut juga akan dampak-dampak negatif
yang akan ditimbulkan, karena banyak juga manfaat-manfaat yang dapat kita petik
dari perkembangan teknologi komunikasi ini yang dapat membantu mempermudah kita
dalam menjalani aktivitas. Mungkin disini peran pemerintah sangatlah penting,
sebagai lembaga yang dapat membuat peraturan yang bertujuan untuk kebaikan
masyarakatnya. Selain itu peran orang tua dalam menanamkan pendidikan agama
pada anak-anaknya juga termasuk hal yang penting untuk menanamkan nilai-nilai
dan norma-norma mana yang baik dan tidak baik, agar pemanfaatan teknologi komunikasi
itu sendiri lebih tepat.
sumber:
id.wikipedia.org/wiki/Media_sosial






Tidak ada komentar:
Posting Komentar